HUGENG, MEDAN – Viral di media sosial dan sejumlah platform digital mengenai dugaan ketidaksesuaian barang bukti (BB) narkotika seberat 1,5 kilogram dalam salah satu penanganan perkara di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara mendapat tanggapan langsung dari Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol. Tatar Nugroho, S.I.K., S.H., M.H Brigjen Tatar menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut merupakan hoaks dan tidak sesuai dengan hasil penyidikan yang dilakukan penyidik BNNP Sumut. Menurutnya, pihaknya telah menyampaikan penjelasan resmi kepada publik melalui konferensi pers dan rilis kasus, namun masih ada pihak yang terus menggiring opini bahwa barang bukti yang diamankan tidak sesuai. "Itu hoaks. Kami sudah melakukan klarifikasi dan seluruh hasil penangkapan juga sudah kami rilis secara terbuka. Namun masih ada pihak yang memaksakan kehendak dengan menyebut barang buktinya 1,5 kilogram," ujar Brigjen Tatar. Senin, (6/7). Ia menjelaskan, seluruh baran...
HUGENG, Aceh Tamiang, IMC – Bencana banjir bandang yang menghantam Aceh Tamiang memang telah berlalu, tetapi luka dan penderitaan ribuan korban belum juga berakhir. Di tengah harapan untuk segera memiliki hunian tetap (huntap) yang aman dan layak, para penyintas justru masih dihadapkan pada ketidakpastian akibat belum tuntasnya proses penyediaan lahan relokasi. Situasi tersebut memantik kritik keras dari Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Aktivis Rakyat Aceh Tamiang (LSM GARANG). Organisasi itu menilai lambannya proses pelepasan sebagian lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Seumadam telah menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat dan menjadi ujian nyata bagi keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil. Ketua Umum LSM GARANG, Chaidir Azhar, S.Sos., yang akrab disapa Ai, menegaskan bahwa persoalan ini bukan lagi sekadar urusan administrasi pertanahan, melainkan menyangkut hak dasar masyarakat korban bencana untuk memperoleh tempat tinggal yang layak. "Sikap peme...